Ayo Biasakan Membaca!!

hen1“Wah…berita hari ini apa, ya?”

“Wow, ternyata populasi teman-temanku selama puasa ini makin berkurang.”

Wah, semua umat muslim pada menyembelih aku nih lebaran nanti.”

“Hmm, tapi dasar manusia. Mereka bisa saja mengembangbiakkan aku dan teman-temanku!”

“Ha? Hargaku makin mahal, kereee…n!?”

Jum’at kemarin, kami di kelas 3 Zubair telah melaksanakan demonstrasi pencangkokan dan stek pada tanaman. Juga telah memperlihatkan jenis-jenis perkembangbiakan secara buatan pada tanaman di sekitar sekolah.

Saya pikir-pikir, ini pengetahuan memang tergolong cukup tinggi. Apalagi di Jakarta. Jarang menemukan tanaman yang mewakili pelajaran. Mencari belalang saja susah. Lapangan rumput makin habis. Anak-anak juga jarang memperhatikan lingkungan terutama tanaman.

Akhirnya saya juga menambahkan sedikit catatan yang telah dirangkum kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada siswa. Saya meminta mereka membacanya selama sekitar 5 menit. Berkaitan dengan pembelajaran, saya membuat pertanyaaan yang harus mereka jawab sesuai dengan demonstrasi yang telah dilakukan dan kertas rangkuman yang telah mereka baca.

Ada hal yang saya amati. Banyak juga di antara mereka yang cukup kebingungan dengan bagaimana mengisinya. Apa jawabannya. Walhasil pertanyaan tinggallah pertanyaan padahal isinya jelas-jelas ada di rangkuman yang telah dibagikan. Saya tanya, “Kamu sudah baca belum?” kemudian dijawab, “Udah, Bu. Tapi bingung jawabannya yang mana?” “Lho, jawabannya kan ada di depan kamu. Masalahnya kamu harus berusaha lagi membaca dengan teliti.”

Akhirnya saya tunggu sampai mereka menemukan jawabannya. Memang membaca memiliki tingkatan tersendiri. Belum lagi tergantung dengan jenis bacaannya. Siswa di sekolah memang perlu jam tersendiri untuk membaca. Nah, di rumah jika ini tidak menjadi kebiasaan, wah…wajar kalau mereka cukup kesulitan memahami bacaan. Kebiasaan mendongeng misalnya. Mereka senang kalau saya sudah bercerita. Membaca sepertinya masih perlu dibiasakan di mana saja. Anak bisa memulai membaca dari sesuatu atau hal yang paling mereka suka. Itu saja dulu. Selebihnya biar bertahap. Yang penting mereka suka dulu dengan membaca.

Cobalah mereka membaca selama 15 menit. Lalu rutinkan. Sedikit demi sedikit. Lalu ajak lebih lama lagi. Ingat, membaca saja kadang kurang cukup. Mereka harus ditanya. Apa, siapa, mengapa, kapan, di mana, yang mana, dengan apa, bagaimana, dan lain-lain pertanyaan yang mengasah pemahamannya. Ini namanya mereka menyimak bacaannya atau tidak. Bahkan ketika berjalan-jalan pun atau sedang bersama keluarga, hendaknya proses tanya jawab itu sering dilakukan. Munculkan kebiasaan dialogis di antara orang tua dan anak. InsyaAllah ini akan menambah rasa percaya diri anak.

Jadi, ayo membaca dari sekarang. Mulailah. Lakukan. Dan lihatlah apa yang terjadi!

By: Zubair-CT at thiashafa@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: