Ia Memang Pemberani!

courageAlhamdulillah, Sabtu, 12 September 2009 kemarin, kami seluruh jajaran SDIT Al-Muhajirin mengadakan acara Buka Puasa Bersama. Acara dimulai pukul 16.45 dengan diawali pembacaan Kalam Ilahi Surat Al-Baqarah ayat 261-263 dan 265. Qori oleh Teguh Khairudin dan Saritilawah oleh Ahmad Daffa. Keduanya dari kelas 4 Salman Al-Farisi.

Suasana banyak bertiup angin dan daun-daun berguguran. Tidak seluruhnya hadir namun acara tetap dilanjutkan.

Selanjutnya acara diisi dengan penampilan masing-masing 8 kelas. Salah satunya adalah kelas kami, 3 Zubair bin Awwam. Anda yang hadir pasti tahu siapa yang tampil. Ya, Satrio Gaus namanya. Lengkapnya, Muhammad Tata Satrio Gaus.

Ketika saya harus mencari siapa yang akan tampil dan apa yang akan ditampilkannya, kendalanya saat itu belum ada inspirasi. Awalnya ingin menampilkan putri-putrinya, tapi apa? Dicoba menari. Ternyata, kaset yang dicari tidak ada. Ya, sudah…putar otak lagi nyari ide. Sebenarnya ada waktu 3 minggu. Tapi ya lain kelas kan lain cara. Tahun lalu saya bisa bikin drama. Sekarang kan siswanya berbeda. Tapi satu yang pasti, walaupun beda tapi pasti harus ada yang memukau. Ini sulitnya.

Percaya? Sampai seminggu sebelum hari-H pun, saya belum ada inspirasi. Dua kali saya setor acara ke panitia untuk dirubah. Akhirnya saya pilih Story Telling alias bercerita. Awalnya ada 1 nama yang terbersit di benak saya. Wahyu. Besoknya, saya teringat ada seorang anak juga yang PD abis. Rio Gaus namanya. Akhirnya saya kasih 2 naskah cerita Keajaiban Basmalah.

Setelah melihat responnya, saya malah melihat Rio jauh lebih antusias daripada rekannya Wahyu yang justru pernah tampil di TV. Ya, saya tidak bisa memaksa. Namanya juga situasi masing-masing berbeda.

Selama 3 hari efektif, Rio berlatih. Banyak improvisasi bahkan mulai dari alur ceritanya yang agak sedikit belok, tapi muaranya sih tetap sama. Alhamdulillah, katanya di rumah juga dibimbing oleh Ayahnya.

Singkatnya, ketika gladi resik di kelas 1 Umar, Rio yang mendapat perhatian dan gelak tawa dari penontonnya. Saya berharap Rio bisa memberi angin segar saat penampilan nanti sore.

Hasilnya? Alhamdulillah…gelak tawa dan pandangan mata semua tertuju padanya saat ia bercerita. Lagaknya yang ekspresif dan PD luar biasa plus berani yang mantap, membuatnya menjadi bintang kecil bersinar di panggung itu. Itu cukup membuat saya bangga padanya.

Memang sebelum hari-H, Rio sempat bilang ada sedikit ragu, ada sedikit kebimbangan masa ia yang maju. Pernah juga maunya ditemani Wahyu. Saya maklum, namanya juga baru pertama kalinya, ia pasti merasa agak canggung juga. Hmm…bahkan beberapa menit sebelum tampil pun, ia sempat bergumam, “Bu, gimana nih Bu? Saya ditemenin Wahyu aja, ya?”

Akhirnya saya bilang, “Rio, kamu bisa berdiri di panggung sana bisa bikin bangga papa dan mama kamu lho! Kamu mau kan mama papa bangga?”

Ia mengangguk. Lalu saya bilang lagi, “Jangan malu-maluin Bu Guru deh, udah latihan tadi di depan panitia, kamu malah mundur.”

Akhirnya mantaplah Rio. Ya, ia memang berani. His mother thanked me. But honestly, he did it. He can make it! Selamat ya!

One response to this post.

  1. Assalamu’alaikum, kebetulan saya orangtua murid kelas 1 abu bakar, saya sebenernya iseng2 mampir, tapi ternyata banyak hikmah yang bisa say petik di blog yang oke ini :). Saran saja, kalo bisa selain cerita juga dilengkapi foto2nya juga dong, misal penampilan Rio ini, karena tidak semua orang tua murid punya keberuntungan untuk bisa hadir di even2 sekolah putra-pitrinya. Terima kasih

    Salam manis
    Nela

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: