Minta Apa, yaa…sama Allah…?

Jumat pagi kemarin…pagi indah seindah biasanya, siswa Zubair dan Zaid bergabung untuk murajaah surat-surat pendek hafalan mereka. Sebelum usai Pak Dikdik menyampaikan pesan tentang doa yang sungguh-sungguh. Pesan beliau sangat baik disampaikan pagi itu mengingat sebentar lagi ulangan menjelang. Beliau berbicara tentang arti doa dan kesungguhan dalam berdoa. Terpikirlah sejenak di benak saya untuk membuatnya menjadi sebuah action, aksi nyata. Saya pikir ini ide yang bagus, nih. Saya pikir saatnya tiba, nih, supaya mereka tidk hanya merasa disuruh tapi juga melaksanakannya dan merasakannya untuk diri mereka sendiri.

Siangnya, ketika usai shalat Zuhur, saya minta mereka tidak bubar karena harus zikir. Nah, setelah doa kepada orang tua, saya minta mereka tetap duduk di tempatnya. Sejenak, saya katakan pada mereka untuk menengadahkan tangan mereka. Saya berikan mereka contoh. Saat dua tangan mereka telah saya lihat terangkat, kemudian saya minta mereka memejamkan kedua mata mereka. Lalu dengan sepenuh keyakinan saya ‘perintahkan’ pada mereka untuk meminta apapun yang butuhkan. Mereka sepertinya baru melakukannya. Yang pasti hal ini dapat saya lihat dari wajah dan keluguan mereka saat mereka melakukannya. Tanda tanyanya sama, mereka minta apa, ya?

Spontannya, Rio Gaus, berteriak, “Bu…boleh minta mobil gak sama Allah?”

Saya sontak tersenyum sambil terlintas : dasar anak-anak🙂

Saya bilang, boleh… sambil saya menunggu reaksi berikutnya. Tampaknya semua anak yang mendengar pertanyaan Rio tadi cukup menyimak maksud saya…kelihatan kok.

Rio Gaus tanya lagi, “Bu…boleh ga kita minta mobil terus mainan…” entah apalagi yang dia sebutkan.”

Saya tersenyum dan menjawab lagi, “Boleh saja, kamu boleh minta apa saja yang banyak sama Allah…tapiiii… ada ‘gak permintaan kamu yang lain yang jauh lebih berharga dari pada benda? Soalnya kalo begitu mah kamu tinggal minta sama Mama juga bisa aja…”

Gaus ini tertawa dan mengangguk, “…Iya, ya…ehm apa yaa? Ehm…jadi anak yang sholeh ya, Bu….?!”

Saya mengangguk bangga. Ya! Sahut saya yakin.

Akhirnya dengan wajah yang penuh harap, sebagian mengungkapkan hatinya dapa Allah, Tuhan mereka yang harus kita kenalkan lebih dekat dan  nyata. Bahwa Allah itu Nyata adanya dengan bukti kita meminta dan memohon.

Saya lihat wajah lucu Vyati, yang memejamkan matanya kemudian dengan bibir yang bergumam sambil mengucapkan sesuatu yang ia minta. Sementara sebagian kecil nampaknya masih berusaha mengenali TuhanNya sendiri dengan berani mengungkapkan permintaan hati mereka sendiri.

Subhanallah, semoga saja ini bisa menjadi hal berharga yang akan mulai saya budayakan setelah shalat Zuhur di sekolah. Mereka harus melakukannya selalu karena dengan cara inilah salah satunya mereka mulai mengenal RabbNya, bahwa Allah adalah Tempat Kita Meminta.

Saya percaya, mereka akan jauh lebih baik. Karena mereka harus tahu dan paham bahwa ada Kekuatan dan Dzat lain di luar dirinya sendiri yang Mengatur dan Menguasai semuanya, yaitu Allah SWT. They must know!

Salam Persahabatan,

Zubair Teacher… thiashafa@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: