Zubair Class-Season 1 & 2 (on going)

Betapa kerasnya anak-anak kita berusaha! Dunia anak adalah dunia yang memang penuh misteri. Hanya karena kita sudah melewatinya (bagi yang merasa sudah dewasa) lantas kita paham bagaimana dunia mereka. Tetap saja dunia anak adalah dunianya masing-masing. Dunia mereka perlu kita kenali dan jelajahi.

Sejak Juli 2009 lalu, ya, sekitar 5 bulan lamanya (belum dipotong liburan sana-sini waktu Ramadhan dan lainnya) kami semua berkutat supaya bisa! Bisa apa?

Saya adalah guru kelas 3 Zubair periode 2009-2010. Terlalu banyak kisah 5 bulan ini jika harus terangkum dalam sebuah tulisan. Dua puluh tiga siswa-siswi yang manis telah keluar dari tempurungnya. Begitulah saya menggambarkan mereka, setidaknya bagi saya.

Menjadi Ibu Guru bagi mereka adalah bagian hidup saya 6 bulan ini. Pun mereka. Saya tidak akan berhak mengajar jika saja bukan mereka yang mengizinkan dan memberikan hak pada saya. Kata dosen saya di UNJ, sebenarnya hak mengajar guru itu bukan dari Sertifikat Mengajar (akta), atau dari Diknas, atau dari Kepsek, atau dari orang tua. Bukan. Hak mengajar itu sejatinya diperoleh dari anak didik. Merekalah yang memberikan hak mengajar pada kami, guru. Begitu tutur beliau.

Bagaimana caranya? Dalam Quantum Teaching, caranya berseni; Masuki dunia mereka. Bukan mereka yang memasuki dunia kita. Kuncinya? Dalam pengajaran butuh yang disebut apersepsi. Kalau sekarang istilahnya Scene Setting.

Kelas Kami

Setiap anak memiliki dunia dan masanya sendiri. Setiap anak memiliki cara pandang dan karakternya masing-masing. Anak juga memiliki keinginan dan kebutuhannya sendiri. Mereka pun belajar bagaimana mengungkapkan pesan mereka pada orang lain, sehingga dalam perjalanannya menemukan kesalahpahaman. Tak jarang terutama antara mereka dengan orang tuanya masing-masing. Dengan kami? Tentu saja. Di kelas, kami saling mengungkapkan pesan, hanya kami-guru- perlu terus belajar memahami maksud mereka bahkan keinginan mereka. Apalagi kerja keras itu makin bertambah ketika urusannya mental. Lagi, guru (mungkin orang tua juga) perlu sedikit-sedikit punya ilmu psikologi. Ya… setidaknya sedikit saja.

Benar lagi kata dosen saya waktu di UNJ. Sebenarnya apa yang beliau sampaikan tentang Hidden Education itu benar adanya. Itu saya rasakan selama ini. PASSION!

Anak-anak didik cenderung diidentikkan dengan belajar dengan buku dan teori saja. Cape laahh… paling begitu kata mereka. Padahal guru harus BERHASRAT. Ya, semacam geregetan. Jiwa mereka cenderung akan menangkap itu. DESIRE. Nilai. Lagi-lagi nilai masih banyak dijadikan patokan. Nilai jadi standar semata kesuksesan siswa. Tapi apakah mereka tahu dari mana dan dengan cara apa mendapatkannya? VALUES.

Hmm... PROCESSING. Saya lebih menghargai proses. Ketika tanggal 1-4 Desember lalu selesai ujian lokal, saya langsung buat langkah taktis. Hasil tes berhitung siswa Zubair nampaknya shocked! Keberbedaan nilai tertinggi sebenarnya tidak ada. Kurvanya pasti normal. Nilai berkisar 35-an hingga 61. Kebanyakan pun ada pada kisaran 50 hingga 59. Nilai 60-an saja hanya 2 siswa. Kalau saya panik, mungkin saya sudah marah membabi buta tidak jelas. Saya sikapi dengan analisis. Bahwa rerata semua siswa Zubair belum secara mendasar menguasai cara pengerjaannya. Sepertinya minim latihan. Kalau saya telaah hasil mereka, mereka bingung bagaimana menyelesaikannya. Giliran tahu caranya, mereka lupa kelanjutannya. Aturan penjumlahan susun, penyimpanan, peminjaman, turun-naiknya ukuran, pembacaan jam, wah…

Walhasil, langkah taktis pun saya lakukan. Sabtu minggu itu juga, tanggal 5 saya mengadakan remedial tes berhitung lokal, wajib pula. EFFORT.

Saya ingin mengenalkan pada siswa saya bukan dengan retorika belaka. ACTION. Kamu harus ini, harus itu. Pada akhirnya biar saya kenalkan mereka bahwa selalu ada cara bila kita punya kemauan. Setidaknya itu yang sangat saya hargai ketika mereka hadir. WILL WILL FIND THE WAY.

Mereka harus saya kenalkan dengan MENTAL. Bahwa meraih sesuatu itu tidak semudah yang mereka bayangkan. Mereka harus belajar memahami itu. LEARNING. Dengan kesungguhan saya memberikan apa yang saya mampu. Hingga mereka pun akan memberikan kesungguhan apa yang mereka mampu. Dan saya bisa melihatnya dari wajah mereka.

Terutama Tawakal Fikri. Murid ganteng yang satu ini. Luar biasa. Tawakal mungkin melihat bahwa saya sudah benar-benar tidak ‘main-main’ lagi. Bukan juga selama ini saya main-main, bukan begitu-sekedar istilah. Baru kali ini saya melihat Tawakal begitu sungguh-sungguhnya mengerjakan soal demi soal. Luar biasa. Saya belum pernah melihat Tawakal demikian seriusnya, dan tidak main-main pula.

Hasilnya? Tidak mengecewakan. Usaha mereka tidak mengecewakan saya. Saya bisa tersenyum bangga karena mereka berkeras rupanya. Setidaknya 90% lebih baik. Sisanya, memang mendasar. Namun mereka tidak boleh putus asa. OPTIMIS.

Hidden Education. Itu lebih melekat bagi jiwa peserta didik. FIGUR. Biar bagaimana pun mereka cenderung melihat itu. Bayangkan kalau sosok guru di hadapan mereka, yang setiap hari bertemu, begitu gamang dan lemah. Jangan pernah berharap sukses deh. Kepingin siswanya sungguh-sungguh, tapi sosok gurunya sendiri belum mereka lihat dan belum mereka rasakan. MESSAGE. Pesan itu jadi tidak tersampaikan di benak mereka.

Next Season

Semester depan kami akan berjuang menguasai ilmu berhitung dengan menu sebagai berikut.

Kelas III, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Bilangan
3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
3.1 Mengenal pecahan sederhana
3.2 Membandingkan pecahan sederhana
3.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana
Geometri dan Pengukuran
4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana

4.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat/unsur
4.2 Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sudut
5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah

5.1 Menghitung keliling persegi dan persegi panjang
5.2 Menghitung luas persegi dan persegi panjang
5.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang

Kebahasaan


Kelas III, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5. Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan
5.1 Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya
5.2 Menirukan dialog dengan ekspresi yang tepat dari pembacaan teks drama anak yang didengarnya
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita
6.1 Melakukan percakapan melalui telepon/alat komunikasi sederhana dengan menggunakan kalimat ringkas
6.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar

Membaca
7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca
puisi
7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif
7.2 Membaca puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi
8.1 Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik
8.2 Menulis puisi berdasarkan gambar dengan pilihan kata yang menarik

Ilmu Alam

Kelas III, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Energi dan Perubahannya
4. Memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi
4.1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran
4.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas, gerak, getaran dalam kehidupan sehari-hari
4.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya

5. Menerapkan konsep energi gerak
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak
5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari

Bumi dan Alam Semesta
6. Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan
melestarikan alam
6.1 Mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar
6.2 Menjelaskan hubungan antara keadaan awan dan cuaca
6.3 Mendeskripsikan pengaruh cuaca bagi kegiatan manusia
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

Ilmu Sosial

Kelas III, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang
2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan
2.2 Memahami pentingnya semangat kerja
2.3 Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah
2.4 Mengenal sejarah uang
2.5 Mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

Ilmu Kenegaraan

Kelas III, Semester 2
Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Memiliki harga diri sebagai individu
3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri
3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain lain
3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri

4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti
kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
4.2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia

Semester dua nanti adalah waktu yang menantang bagi saya dan siswa juga tentunya. CHALLENGE.

Tidak ada kata menunggu. Semuanya akan menjadi musim yang menyenangkan bagi kami semua! FUN. Karena kami datang untuk have fun!

Saya berharap kami semuanya di sini, di Zubair, khususnya menjadi sebuah BAND. Memilliki ikatan keluarga. FAMILY-FRIENDSHIP BAND. Karena keluarga itu akan saling melindungi dalan kebenaran. Sahabat itu tidak akan saling menyakiti. Keluarga itu akan saling mendukung dan melengkapi dalam segala kelebihan dan kekurangan.

And Zubair Woqeh… We can do that!

One response to this post.

  1. Posted by bunda oky on Maret 20, 2010 at 2:27 pm

    saya bangga dengan tulisan ini saya senang dengan info seperti ini. kalau bisa semua guru more active untuk menulis ini,memberi semangat, dan memberikan info materi pelajaran. Orang tua yang kurang aktif kesekolah mungkin bisa melihat ini. Sungguh saya iri melihat ini kenapa hanya kelas Zubair padahal ada 7 kelas lagi yang lain. Saya minta ke bu Thia apakah ada masukan agar orang tua bisa aktif sebab kami (komite) sudah menyediakn fasilitas seperti no HP (khusus komite),email. tapi kurang sekali respon dari orang tua. Apa lagi yang harus kami lakukan?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: