Kelas Barongsai!!! Heboh!!

Vyati

Ibu Ketua Kelas Zubair Woqeehhh....

Hari ini kami bahagia benar dan benar bahagianya. Seberat apapun tadinya rencana kami ternyata bila kami sepakat hasilnya tidak terasa berat juga, ya, ringan saja. Meskipun melaluinya pun dengan air mata dan penderitaan ala kami, anak-anak Zubair.

Kami melaksanakan kali ketiga pengerjaan proyek SBK dengan topik membuat dan menghias benda tiga dimensi dari kotak sabun. Kotak sabun yang seminggu lalu telah dibuat kami cat. Selasa lalu, kami mengecat bagian dalam. Nah, sekarang-setelah ditunda sehari- kami mulai mengecat bagian luar kotak sabunnya.

Kami mengerjakannya di luar kelas, banyak angin numpang lewat. Bagus juga sih mengimbangi cuaca yang luar biasa panas hingga 33 derajat celcius, kata TV. Kami mengerjakannya bergantian. Herannya, pada kali kedua ini kami bekerja, ada-ada saja insidennya. Waktu pengecatan pertama, hampir praktis tidak ada yang kena cat atau apalah. Eh, kali ini yang terparahm Wahyu. Dia mengecat dengan tangan dan jarinya. Waduuh! Ternyata tidak sabaran sekali dia! Biasalah, kalau sudah begini, Bu Thia yang tadinya menulis di papan tulis, di dalam kelas, kontan saja keluar karena laporan teman-teman semua melihat aksi Wahyu.

Kata Bu Thia, “Begini, nih, kalau prajuritnya tidak taat sama komandan. Kalo ini pasukan tentara, wah, habis kamu ga bisa apa-apa. Ini baru cat!”

Wahyu jawabnya enteng, “Ya gapapa Bu, ntar juga tinggal kasih minyak tanah di rumah…!”

Bu Thia langsung bilang, “Iya, emang bisa, tapi kapan pulangnya? Gimana shalatnya? Makannya gimana?”

Wahyu jawab enteng lagi, “Gampang, tinggal pake sendok aja.”

Bu Thia jawab lagi, “Wahyuuu….kamu gampang aja jawabnya, tapi Bu Thia musti jawab apa kalo kamu pulang ke rumah??! Ntar dikiranya Bu Thia ga ngurusin kamu, ga tanggung jawab sama kamu!! Dah, cari minyak tanah sekarang juga!”

Satrio Gaus, langsung bergerak melesat mencari minyak tanah. Laporan tidak ada di toko terdekat, ternyata dia siap mencari ke toko di luar komplek yang lebih jauh. Luar biasa, tanpa disuruh, mereka pada paham Bu Thia butuh bantuan sesegera mungkin dan darurat abis. Masalahnya, tangan Wahyu makin menghijau bagaikan tangan Hulk. Ampuunn….Wahyu….udah kayak sarung tangan, dah.

Alhasil, didapatlah tuh minyak tanah. Bu Thia langsung meminta siswa yang kena cat, terutama pasien terberat, Wahyu, untuk mengantri, karena Bu Thia yang akan membersihkan cat-cat di tangan Wahyu. ya, bagaimana lagi? Sudah resiko kalau begini. Harus dihadapi dan diselesaikan. Karena kata Bu Thia kalau sudah begini, marah-marah sudah tidak perlu lagi. Yang penting solusi dan keyakinan bahwa ini semua adalah pembelajaran. Kita tidak perlu mengeluh sedikit pun. Meskipun Bu Thia cukup paham, menghadapi Wahyu ini butuh sabar, karena tipikalnya ada aja jawabannya, enteng di mata dia. Ya, karena memang dia belum tahu.

Nah, yang paling membuat Bu Thia terkesan adalah ketika semua selesai, beberapa siswi menawarkan bantuan untuk membersihkan semuanya. Memang tidak semua. Setelah semua anak disuruh masuk oleh Bu Thia, tinggallah Bu Thia sendirian. Bu Thia membersihkan lantai yang terkena tumpahan cat warna-warni. Vyati melihat Bu Thia sendirian, langsung ikut membantu mengecatkan milik temannya yang tidak hadir. Setelah itu, Vyati meminta izin pada Bu Thia untuk membantu ikut membersihkan lantai yang terkena cat itu dengan minyak tanah dan tissu. Ya, jadilah mereka berdua asyik membersihkan lantai yang kena cat itu perlahan-lahan.

Di sela-sela mereka membersihkan, mereka memang ngobrol. Di tengah-tengah ngobrolnya mereka, Vyati enak sekali langsung bilang begini:

“Benar-benar, ya, Bu!! Kelas kita ini kayak KELAS BARONGSAI!!!”

Kontan Bu Thia tergelak tawa, kalau boleh dibilang, Bu Thia tertawa cukup geli dan sangat geli mendengarnya. Sambil menahan tawa yang makin sangat, Bu Thia bertanya, “Haa?? Kok bisa jadi Barongsai? Kenapa begitu??!”

Kata Vyati, “Habis Barongsai itu kan bergerak mulu tuh Bu, trus, Barongsai itu… gimana ya? Kan warna-warni, Nah, kelas kita ini kayak gitu, Bu. Warna-warni. Ya, gitu lah Bu…lagian mana ada kelas yang kayak gini Bu, kayaknya cuma kelas ini deh yang kayak gini, ada-ada aja gitu Bu…”

Bu Thia malah tambah ketawa sambil bilang, “Masya Allaah…Masa iya sih? Ya Ampunn…Lha trus, kalo ini kelas Barongsai, berarti Bu Gurunya kayak Barongsai apa giman?”

“Nah itu, Bu…Barongsai kan naga, naga itu kan ngeluarin api. Nah, kalo Bu Thia lagi marah sama Bu Byah, ya gitu dah…kayak Naga…hahahaha…..” Tawa Vyati, waduh…puas banget tuh anak!

Tambah lagi lah Bu Thia semakin tertawa terbahak-bahak, sambil menutup mulutnya gara-gara disamain sama seperti Naga the Barongsai! Ya, Allah…

Jadilah hari ini hari kelas Barongsai, karena mana ada kelas laen yang kayak gini, kata Vyati. Di kelas, tahukah yang dilakukan Vyati? Kumat kayak anaknya Barongsai! Kayak Cheer Leader, tahu kan? Malah dibikin sorak-sorakan, Ba – rong – sai … ada-ada saja Vyati ini!

Mana bisa lupa kalau sudah begini? Apa ada yang bisa lupa?

Di akhir momen kami bersama selama ini, justru Bu Thia dan Bu Byah merasakan kedekatan yang semakin terasa. Bu Thia merasakannya sewaktu mereka menggenggam tangan Bu Thia dan Bu Byah kalau mau pamitan pulang. Kata Bu Thia, rasanya beda. Mereka seperti menciumnya dengan tulus. Ya, namanya dirasa dengan hati, susah diungkapinnya. Namun terasa, dari cara mereka merespon semua yang terjadi, dari cara mereka memahami Bu Gurunya, bagaimana mereka mencium tangan gurunya, kadang sampai dicium kelamaan banget. Ya, begitulah… mudah-mudahan kami bisa menjadi keluarga yang semakin bahagia, happy in happiness, dan tulus terhadap sesama, and lebih peduli lagi. Paling tidak kami semua senang menjadi KELAS BARONGSAI, apa sih memang arti Naga, tapi di mata Vyati dan teman-temannya, tentu Naga punya arti khusus sebagai lambang. Bu Gurunya Barongsai, berarti anaknya juga anak Barongsai, ya??!! We Love YoU all!🙂

Sukses deh!! Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: