Our Wonderful Moment in Salman and Auf

Salman and Auf Moment in Time…

Kita baru (selalu) mengerti arti sesuatu bila telah pergi. Namun kita patut mensyukuri segala hal yang telah terjadi, termasuk perjumpaan. Tidak terasa kami telah sampai pada ujung tahun pelajaran 2009-2010 yang menantang, menyenangkan (sekaligus penuh perjuangan) menuju tahun 2010-2011 yang pastinya akan jauh lebih berat dengan tujuan yang lebih besar lagi. Cita-cita kita tentunya harus selalu lebih besar dan besar lagi.

Teringat suatu waktu di mana saya begitu ber’api-api’nya menyampaikan artinya memberikan yang terbaik. Rupanya mereka menerimanya dan bahkan melaksanakannya, lho. Meski saya paham bahwa itu semua membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikitt. Tentu itu semua tak luput dari perhatian saya. Hal yang saya tanamkan kepada mereka bahwa artinya rugi memberi dengan ikhlasnya memberi. Saya menegaskan pada mereka bahwa kalau tidak mau memberi pada orang lain, minimal berilah yang terbaik pada dirimu sendiri. Lalu, jika pun ternyata memberinya setengah hati, jangan memberi sekalian, karena (saya balik tanya) apakah suka kalian diberikan hal yang tidak terbaik? Mereka langsung menjawab TIDAK MAU. Akhirnya masuklah persepsi nilai di sana bahwa (karena saya katakan) kalau begitu berilah yang terbaik karena setiap kita selalu ingin yang terbaik!

Dan rupanya, Alhamdulillah mereka berusaha yang terbaik. Mereka semua mampu menunjukkan hal yang terbaik, bahkan lebih (mungkin) dari kami-kami yang lebih tua (lebih dulu hidup).

Pertama saya melihat ini, ingin rasanya air mata mengalir, namun saya tahan karena saya terharu. Saya sangat terharu karena usaha itu tidak akan sia-sia. Mereka mengerti artinya kepuasan dalam berjuang. Karena mereka tampak begitu lega karena telah menunaikan tugas sebagai ‘aktor’ cilik-cilikan. Mereka menyiratkan itu dari bahasa dan gerak mereka. Mereka senang apalagi telah berlatih sebelumnya, LUAR BIASA! Saya sangat menghargainya. Mereka memang sangat sadar bahwa saya selalu mengingatkan bila penampilan drama ini adalah ulangan yang saya nilai. Bahkan beberapa di antara mereka berbisik begini: “Bu, kan kita tampil bareng, nih, tapi kita dinilainya sendiri-sendiri, kan?” Lalu saya iyakan dan anggukkan. Luar biasa bukan? Mereka memastikan saya FAIR. Mereka memastikan saya melihat usaha mereka. Makanya saat terakhir pun saya mengecek frekuensi latihan mereka, lalu saya tanyakan siapa yang gayanya lebih kaya, kemudian saya pastikan juga dengan mengumumkan tiga penilaian (yang itu juga mereka tanyakan), Subhanallah! Mereka sangat antusias mendengarkan kriteria penilaian tersebut : Dialog (hafal/tidak), gaya/ekspresi, dan kostum.

Bu Thia juga sangat berterima kasih atas segala pesan dan nasihat kalian semua yang secara tidak langsung mengajarkan atau mendidik pengalaman Bu Thia selama ini. Karena itu, beberap momen ini Bu Thia ambil dan tampilkan sebagai wujud that I LOVEYOU so MUCH. Memang sederhana juga yang bisa Bu Thia berikan namun pantang mundur kalau Bu Thia sudah bilang A. So, inilah yang bisa menjadi sedikit oleh-oleh dari siswa/i kelas IV Salman al Farisi dan IV Abdurrahman bin Auf.

(Sekedar ingat bisikan mereka : “Bu…Mabitnya kapan lagi?”, “Bu, kita kapan bikin kapal-kapalan untuk Drama Malin Kundang lagi di kelas V?”, “Bu, kelas V ntar dramanya beneran, ya?”, “Bu, ayo, Bu ke atas, kita udah siap, nih dari istirahat pake bajunya.” Bu, kelompok mana yang lebih bagus?” Semua ini membuat Bu Thia mengerti bahwa kalianlah yang mengamati Bu Guru, kalian pula yang menjadi BOS Bu Thia. … Semoga kalian mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga ya… supaya kelak kalian beranjak dewasa, kalian lihat blog ini, lihatlah, bahwa kalian pernah mengalaminya).

Selamat Menyimak!

Ki-Ka: Bu Tiut, Yaya, Rachma, Rizka, Mario, Wiwid

Tim Malin Kundang I ini ingin menunjukkan kebolehannya. Kompak kostumnya and oke juga penampilannya. Cool…

Ki-Ka: Tiut, Dita 'E-Menk', Haikal, Kania, Dandy, Devany

Luar biasa, lho usaha mereka yang tidak main-main. Lihat donk, ada yang niat banget jadi kelasi alias Nahkoda, tapi Haikal ini banyak yang bilang lebih mirip supir daripada Nahkoda (hehehe…. peace…!!). Trus…Kania si lincah ini ekspresinya (lebih tepatnya ekspresi diri sendirinya ketimbang ekspresi ‘Made Robaya’-nya) keluar banget, soalnya Kania ini ekspresiffff banget kalau melihat anaknya si Dandy Kundang. Lucu, deh…mukanya tidak ‘ikhlas’ banget…apalagi waktu didorong Malin Kundang…malah Malin Kundang yang jatuh…!! Duhh…Malin Kundangnya malah kena kutukan, nih.

Ki-Ka: Afni, Devita, Daffa, Rafa, Nada, Bu Tiut

Tim Malin Kundang III ini juga tidak kalah hebohnya. Lima-limanya tampil maksimal dengan kostum terbaiknya. Luar biasa, deh!!! Salut buat mereka semua karena mereka memahami The Best I Can Do!! Afni dengan kostumnya yang keren abizz… Devita yang lembut, ekspresinya lumayan dapat, Daffa yang juga pakai acara sujud segala lho waktu aktingnya… trus juga Rafa yang ayu, dengan senyum manis ala istrinya Malin, serta Nada yang ‘gagah’ juga dengan tampilan Nahkodanya, lumayan serius, lho.

Ki-Ka: Rafi, Adzkia, Teguh, Saras, Bu Tiut

Duhh…manis-manis ya, pemerannya. Rafi yang agak ‘ngoboy’, lalu Adzkia yang adem-ayem, Teguh yang manis (hehe…), Saras yang juga ‘cute’. Penampilannya tidak mengecewakan, lho! Mereka pakai acara latihan segala, lho. Jadi dengan kostumnya yang oke punya, kesungguhan yang jempolan, InsyaAllah sukses berat, deh…

Nah, foto berikut ini adalah bonus-bonusnya… ini dia…

Ki-Ka: Aulia, Nisa, Bu Tiut, Jafar 'Habib', Jalu Rafif, Gilang, dan Asrori

Ki-Ka: Bu Tiut, Erisa, Habibah, Kevin Pasha, Agha, Thariq, Ilham

Haikal and Rachma are in action! Nah, yang kanan memang mirip Kelasi tapi yang kiri? Katanya lebih cocok jadi supirnya yang kanan (hehehe...)

Kami serius, lho!

Vini...Vidi...Vici...!! We are all number ONE!! Kami HEBAT! Kami Bintang!!

Kami tidak akan melupakan momen-momen kami. Kami memang belum sempurna, namun kami ingin ke sana. Kami memang berbeda, namun keberbedaan inilah yang membawa kami pada arti KEBERSAMAAN dalam senyuman tulus kami. Kami senang, bahagia, dan kami gembira. Selalu optimis dan memandang hidup ini dengan kebaikan yang tak terkira. Karena Allah telah memberi kami semua yang terbaik, orang tua terbaik, sekolah terbaik, guru terbaik, sahabat terbaik, dan nilai-nilai hidup terbaik.

May, 27th, 2010, Our Last Performance...It's a wrap!! See Ya All...

Saya, pribadi, memberikan apresiasi yang luar biasa besar kepada Kelas IV Salman Al Farisi dan IV Abdurrahman bin Auf yang telah memberikan BEST EFFORT terhadap drama sederhana Malin Kundang. Saya juga mengapresiasi para orang tua yang luar biasa pula mendukung agenda belajar putra-putrinya. Salut untuk semua… yang telah memberikan terbaik yang mereka bisa. Tentu ini semua tidak akan sia-sia karena Allah akan memberikan pula yang tebaik selalu bagi mereka, Amin.

Terima kasih banyak yaa…

We can achieve this moment because we are together.

I Love You All…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: