Indahnya Memberi

by: tiut

Semoga belum terlambat untuk saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada murid-murid saya yang ‘Super’. Pertengahan Februari ini mereka mengejutkan saya dengan ‘skenario’ buatan mereka. Hari itu entah mengapa satu per satu -ini bukan skenario- bertanya kepada saya kapan saya mengajar di kelas lain. Ada tiga anak putri yang bertanya. Pikir saya, kenapa tumben mereka tanya? Padahal mereka tinggal lihat di jadwal yang memang tertempel di depan meja ‘kerja’ saya.

Lucunya lagi Haikal, baru sampai di kelas, langsung tangan saya dijabatnya sambil mengucapkan selamat ulang tahun segala! Haa…spontan saya tertawa dan benar-benar bilang bahwa saya hari itu bukan hari ultah saya. Haikal masih keheranan sambil se-PD mungkin mengatakan bahwa saya hari ini ultah. Aneh!

Pagi itu pula, sehabis istirahat, mereka sepertinya bermaksud ‘menjebak’ saya. Mereka bilang ada yang berkelahi. Tapi saya heran, karena raut wajah mereka yang melaporkan tidak terlihat cemas atau khawatir. Langsung saya masuk kelas sambil bertanya, “Mana jagoan yang berantem?”

Spontan mereka pada teriak, “Sebenarnya enggaakk… surprise!!!” Saya jadi bingung tidak bisa bicara apa-apa lagi. Lha, emang tidak pernah saya duga. Ada apa?

Tiba-tiba saja Saras, sepertinya bertugas mewakili teman-temannya yang lain, menyodorkan sesuatu ke hadapan saya. Saya tercenung lagi, malah saya terduduk, sambil tetap bilang, dengan polosnya, “Apa ini? Beneran deh, bukannya GR, tapi ini dalam rangka apa ya?? Saya tidak ulang tahun nih hari ini.”

Saras menjawab bahwa katanya memang ini bukan untuk itu. Belum selesai Saras menjelaskan (kalau tidak salah) Wiwid menghampiri saya lagi sambil menyodorkan sesuatu. Ampuunn…saya jadi makin speechless. Alhasil semakin saya berpikir malah semakin tidak penting. Yang penting saat itu saya mengerti tindakan mereka.

Saras melanjutkan katanya karena akhir-akhir ini kelas Hamzah sering ‘kena omel’ guru. Jadi, katanya ini sebagai hadiah saja karena kelas kita lagi sering dimarahin.

Senyumlah saya. Saya bisa bilang apa? Selain terima kasih dan penghargaan pada mereka karena mereka telah bersusah payah melakukan ini semua. Saya bilang mereka tidak perlu begini, yang penting apa pun keadaan kita, kita bisa menerima dan mau memperbaiki diri. Sebagai penutup saya katakan, “Oke, ini semua Bu Thia terima dan pasti dipakai!” Mereka langsung, “Yeee……”

Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Saya berterima kasih pada mereka semua. Saya melihat di mata mereka betapa senang mereka melakukannya, maka saya bisa bayangkan bila saya menolaknya. Pasti sedih, karena itu juga yang saya rasakan.

Tahun ini saya diberi amanah untuk mendampingi mereka selama satu tahun ke depan hingga Juli 2011. Hingga Allah kehendaki mereka naik kelas VI, InsyaAllah. Lama memang saya (kami) tidak menulis berita terkini tentang kelas-kelas kami. Namun semoga momen ini bisa semakin memperkaya khasanah bahwa pengalaman kami mendidik ini memiliki arti yang istimewa. Lebih dari sekedar mendidik. Namun persahabatan, kasih sayang, aral, saling perhatian, semuanya mewarnai langkah kami.

Saya melihat sebagian mereka telah dewasa. Yah, bisa dibilang demikian. Sudah mulai melihat lawan jenis, mulai menyukai lawan jenis, dan semakin berani bersikap (meskipun ini yang sering saya nasihati) agar semuanya dikemas dengan kesantunan.

Sekali lagi, terima kasih telah melibatkan saya dengan ‘indahnya memberi’. Karena semua ini adalah jalan jika ingin berbahagia. Bukan saling menuntut. Kita yang saling memahami. Kalau dipikir-pikir, saya pun tidak pernah menduga bakal begini kejadiannya. Maka semua tentu kembali kepada Allah SWT yang menggerakkan alam ini. Semoga hati kita semua dipertautkan karena cintaNya, amin.

Thank you. dear! I love you.

3 responses to this post.

  1. Saling memberi dan saling memberi itu yang dibutuhkan di negeri ini sekarang. Dengan memberi kita mengisi mereka yang kekurangan; dengan memahami kita bisa memaknai perbedaan apapun itu bentuknya.

    Tetap semangat mendidik anak-anak yang sudah pandai memaknai apa itu memberi dan memahami.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://notulabahasa.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    Balas

  2. bu thia terima kasih…
    bu thia terlihat sangat senang saat aku dan teman2 yang lain di beri kejutan…
    walaupun hadiah itu tak sebagus barang yang ada di mall-mall besar tetapi kami alumni kelas 5 hamzah memberikan kepada bu thia dengan senang hati dan tulus hati dari hati yang paling dalam.

    terima kasih juga telah membuat nisa dan ayu menjadi sahabat lagi…
    i love you bu THIA….😀

    Balas

  3. Posted by sdit almuhajirin on Oktober 8, 2011 at 7:58 am

    Thank you, success for you!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: