SDIT Point of View for 2012

Tahun 2012, menjadi tahun yang perdana bagi kami. Tahun 2012, Insya Allah adalah tahun perdana Angkatan Pertama SDIT Al Muhajirin, Jakarta Utara. Terbilang baru, ya. Belum mapan, akan. Belum kelihatan, akan visible suatu hari. Yang pasti, akan ada banyak perubahan di tahun ini. Tentu tidak tahun ini saja. Perubahan selalu terjadi setiap detik.

VISIBLE

Justru karena perubahan itulah, kami meyakini bahwa sesuatu itu harus visible (kelihatan). Murid jelas ada, sarana fisik ada, guru ada, komite ada, orang tua ada, semua terlihat, bahkan pelayanan pun seharusnya visible dan atau feel-able . Karena kalau tidak kelihatan, angan-angan namanya. Impian saja harus jelas. Salah satu hal yang patut terus diperbaiki oleh sekolah adalah visible dalam pelayanan. Salah satunya adalah pelayanan dalam mempersiapkan angkatan demi angkatan menjadi lulusan yang dapat diandalkan.

Semoga pelayanan kami dari segala sisi dapat kami perbaiki dan tingkatkan tanpa henti. Kritikan membangun, usul, solusi, semua itu sejatinya membangun diri kami. Tidak hanya mengandalkan eksternal namun juga kami berjuang secara internal. Kalau perlu semua celah. That’s our 2012 begins!

KERJASAMA

Sering kita mendengar, guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Bedanya? Salah satunya adalah, nilai dan penerapannya (satu paket). Kami menyediakan sekolah yang bukan lip service mendidik an sich. Namun kami menyadari benar bahwa kami sedang memberikan TAMBAHAN atau PELENGKAP dasar bagi apa yang ‘sudah’ atau ‘sedang’ ditanamkan di keluarga. Terlepas bagaimanapun lingkungan keluarga, sekolah memang sarana formal/informal untuk mengisi celah itu. Jadi wajar saja sekolah menjadi harapan ‘perubahan sikap anak’.

Paling tidak suport atau dukungan orang tua pada siswa atau anak merupakan hal terbaik yang mereka terima. Dukungan seperti apa? Minimal mengatakan, “Ya, kamu bisa.” Memuji, memberi jalan keluar yang sesuai dengan masalah mereka. Seringkali kendala yang ada antara orang tua dan anak (meski tidak semuanya) adalah di antara mereka sendiri kurang kerjasama, antara anak dan orang tua. So, cobalah lakukan pendekatan yang lebih komunikatif, heart to heart.

Kerjasama lainnya yang tak kalah pentingnya bagi kami adalah ‘kerjasama’ baik dengan Sang Khalik. Kita telah se-visible mungkin untuk mempersiapkan lulusan, mengenalkan medan, teknis dan lainnya, maka kerjasama lainnya adalah persiapan mental. Perlu kami garisbawahi, bahwa kami tidak semata-mata mencari materi, pendidikan kami lebih mengedepankan dua-duanya. Maksudnya, bukan materi orientid. Bukan. Materi itu sarana. Jadi urusan yang penting sebenarnya mental. Setidaknya kita jangan pernah melupakan bagian itu. Bukankah masalah utama kebanyakan kita adalah ketahanan dalam menghadapi masalah? Itu mental, khan? Nah, membina mental ini yang kami juga garap.

Ambil contoh kelas 6. Pendalaman Materi memang perlu, wajib. Hal yang kami juga persiapkan adalah pembinaan mental. Syukur Alhamdulillah, kami sangat senang dengan jawaban siswa-siswa kelas kami yang menjawan TIDAK TAKUT menghadapi UN. Lantas kenapa kebanyakan orang tua bahkan guru (terlalu) khawatir, ya? Mental memang harus kita benahi mulai dari kita semua. Mental itu menular lho, seperti virus. Jadi, milikilah mental sekuat anak-anak tadi, berani mengatakan untuk yang tidak perlu ditakuti.

Takut? Wajar (aneh kalau tidak takut); karena itu bukan untuk dihindari, tapi dihadapi, diatasi. Dan UN bukan untuk membuat anak jadi TAKUT, malah harus siap sedia. Kami sedang menanamkannya.

Justru kami takut kalau kami tidak melakukan dan memperhitungkan dengan cara yang benar. Kami berusaha sekuat tenaga dengan kejujuran dan sesuai prosedur (aman dunia akhirat) untuk mensukseskan lulusan kami. Insya Allah.

One response to this post.

  1. hmmm, saya butuh info tentang tes masuk SDIT al muhajirin, ditunggu infonya spt soal tes dll

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: